Pagi ini : rindu adalah pekatnya kopi.
Segala mengental.
Aku menghirup dendam di aroma kopi.
Kata-kata hanya ampas dari ketidakmampuan.
"Kemana dan kapan" bukan ungkapan tanya lagi.
Sejak pertemuan jadi sajak fiksi.
Sia - siakan aku, perempuanku! sia - siakan.
